PALI – TEROPONGSUMSEL.COM
Kondisi sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menjadi perhatian. Di tengah masih banyaknya ruang kelas yang rusak serta minimnya fasilitas sanitasi, alokasi dana aspirasi atau pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dinilai perlu lebih difokuskan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak, terutama di sektor pendidikan.
Salah satu sekolah yang menjadi sorotan adalah SD Negeri 8 Penukal di Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal. Berdasarkan pantauan awak media pada Rabu (22/7/2026), sejumlah bangunan sekolah terlihat mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan.
Plafon beberapa ruang kelas tampak rusak, dinding dipenuhi retakan, dan lantai mengalami kemiringan. Selain itu, fasilitas toilet (WC) sekolah juga disebut membutuhkan pembangunan maupun rehabilitasi karena sebagian kondisinya sudah tidak layak digunakan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
Menanggapi hal itu, pemantau pembangunan Kabupaten PALI, Sudarto, menilai bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, setiap penggunaan dana pemerintah harus benar-benar mengutamakan kebutuhan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“DPRD PALI harus lebih peka dalam mengalokasikan dana pokir. Prioritaskan rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan WC sekolah yang memang sangat dibutuhkan. Jangan sampai dana pokir terus terserap untuk program yang dinilai belum mendesak, seperti pemasangan lampu jalan dan paving block, sementara masih banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan,” tegas Sudarto.
Menurutnya, Ruang kelas yang rusak dan fasilitas sanitasi yang dinilai tidak memadai bukan hanya mengurangi kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten PALI bersama DPRD segera melakukan evaluasi terhadap skala prioritas pembangunan agar anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dunia pendidikan.
“Jangan sampai anak-anak belajar di ruang kelas yang retak, Plafon Jebol dan WC rusak, sementara anggaran justru habis untuk proyek yang manfaatnya belum lebih mendesak dibanding keselamatan dan kenyamanan dunia pendidikan,” pungkasnya.
Dengan kondisi SDN 8 Penukal ini diharapkan menjadi perhatian serius agar perbaikan infrastruktur pendidikan dapat segera direalisasikan, sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan aman, nyaman, dan layak bagi seluruh warga sekolah. (TIM).
